Apakah Smart Lock Door Aman dari Hacking? Cek Faktanya di Sini!
Sumber: Sebastian Scholz (Nuki)/Unsplash
Berbicara soal smart lock door, fitur canggihnya yang dapat dilakukan dari jarak jauh menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian orang, terutama soal hacking. Membayangkan hacker membobol sistem smart lock door menjadi salah satu alasan terbesar banyak orang masih setia dengan kunci konvensional.
Ketakutan tersebut tentu wajar. Di balik kecanggihan smart lock door, ada celah keamanan yang bisa disusupi peretas. Seberapa besar risiko menggunakan smart lock door untuk keamanan rumah dibanding jenis kunci lain? Mari kupas bersama di artikel berikut ini.
Apakah Smart Lock Door Benar-Benar Bisa Di-Hack?

Sumber: wiredsmartio/Pixabay
Jawaban singkatnya adalah iya. Smart door lock memiliki peluang dibobol pihak yang tak bertanggung jawab.
Secara teknis, smart lock door dapat diretas. Produk smart lock door memiliki sistem IoT (Internet of Thing) yang memiliki akses jarak jauh. Berdasarkan Journal of Information Systems and Informatics (2024), smart lock door dapat mengandalkan sidik jari, kata sandi, sensor pengenalan wajah, hingga E-KTP.
Studi lain dari penelitian Aqeel et. al (2022) menyebutkan pengguna sistem IoT memiliki sederet ancaman peretasan. Contohnya peretasan authentication and secure communication dan end-to-end security.
Meski demikian, tidak berarti semua smart lock door memiliki risiko pembobolan yang sama. Sebab, dari standar keamanan, kualitas enkripsi, pembaruan firmware, dan respons produsen terhadap celah keamanan dapat berbeda-beda antara satu merek dengan lainnya.
Bagaimana Smart Lock Bisa Diretas?

Sumber: Mika Baumeister/Unsplash
Serangan Bluetooth (BLE)
Penelitian Caballero-Gil, et. al (2024) menyebutkan salah satu jalur yang berpotensi menjadi jalur pembobolan keamanan smart lock door adalah menggunakan alat seperti Wireshark dan Bluetooth Sniffer. Bluetooth Sniffer diketahui dapat menangkap koneksi Bluetooth yang tersambung smart lock door.
Serangan Wi-Fi
Smart lock door yang terhubung dengan Wi-Fi rentan mengalami serangan hacker. Mengutip jurnal Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, serangan jaringan Wi-Fi seperti packet sniffing dapat menangkap data sensitif kredensial, data login, dan pola lalu lintas jaringan.
Password Lemah dan Replay Attack
Password atau PIN smart lock door yang lemah berisiko membuka celah akses ke hacker. Tidak hanya PIN, smart lock door berpotensi mendapatkan replay attack.
Mengutip dari Cyberhub, replay attack merupakan serangan siber yang merekam dan memutar ulang data transmisi. Pelaku dapat mengeksploitasi informasi yang telah dikumpulkan dengan cara mengintip jaringan dan malware.
Firmware yang Tidak Pernah Diperbarui
Produsen umumnya merilis pembaruan untuk menutup celah keamanan yang telah ditemukan. Sebab, mengutip dari Sure Lock & Key, firmware adalah bagian inti keamanan smart lock door dari serangan hacker. Jika firmware tidak pernah diperbarui, keamanan pun menjadi rentan terhadap serangan siber.
API atau Sistem Back-end yang Tidak Aman
Pada beberapa kasus, risiko kebobolan disebabkan oleh server, aplikasi, atau API yang digunakan untuk mengelola smart lock door dari jarak jauh. Dilansir dari OWASP, sistem API mengekspos komponen inti aplikasi dan data sensitif, seperti informasi pribadi. Jika back-end masih lemah, sistem lebih mudah diambil alih oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Namun, Seberapa Aman Sebenarnya Kunci Konvensional?
Sumber: the blowup/Unsplash
Meskipun menggunakan smart lock door berisiko terkena serangan siber, keamanan kunci konvensional juga tidak sepenuhnya terbebas dari beberapa ancaman pembobolan.
Lock Bumping
Keamanan pintu konvensional terancam dengan metode lock bumping. Dikutip dari GoKeyLess, metode ini akan merusak mekanisme keamanan yang terpasang pintu dengan PIN dan silinder tradisional.
Lock Picking
Meskipun metode ini cukup dikenal, lock picking jarang digunakan dalam kasus pembobolan rumah. Namun, metode ini perlu diwaspadai karena teknik lock picking mampu membobol pintu rumah Anda.
Forced Entry
Dikutip dari Cepro, terdapat studi yang menyebutkan pembobolan secara paksa (forced entry) melalui pintu depan menduduki peringkat teratas sebesar 34%.
Selain pembobolan dari pintu depan, data FBI mengenai kasus pembobolan di tahun 2023 cukup beragam. Mengutip dari Deep Sentinel, sebesar 37,5% kasus pembobolan terjadi tanpa paksaan akibat pintu atau jendela tidak terkunci rapat. Sementara itu, rumah tanpa sistem keamanan lebih berpeluang 300% berisiko menjadi target pembobolan.
Baik smart lock door maupun kunci konvensional memiliki celah keamanan. Namun, masing-masing pintu ini dapat dimaksimalkan tingkat keamanannya melalui langkah mitigasi yang tepat.
Baca Juga: Kunci Pintu Rumah Anda Aman atau Mudah Dibobol? Cek Faktanya
Faktor yang Sebenarnya Menentukan Keamanan Smart Lock Anda
Beberapa faktor yang paling memengaruhi keamanan smart lock door terletak pada bagian-bagian berikut ini:
- Menggunakan password lemah
- Menggunakan password yang sama di banyak akun
- Tidak pernah memperbarui firmware perangkat
- Memilih merek tanpa rekam jejak keamanan yang jelas
- Menggunakan jaringan Wi-Fi rumah yang tidak aman
Cara Mengamankan Smart Lock Door Anda
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat membantu meningkatkan keamanan smart lock door yang dilansir dari Stay Prepared:
- Gunakan password atau PIN yang unik dan kuat
- Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) jika tersedia
- Gunakan jaringan Wi-Fi yang aman
- Rutin lakukan pembaruan firmware
- Tinjau izin perangkat dan nonaktifkan fitur yang tidak digunakan
Memilih Smart Lock dari Distributor Resmi dan Tepercaya
Pencegahan paling efektif dari pembobolan atau peretasan adalah memilih merek smart lock door tepercaya yang memiliki standar keamanan jelas di distributor resmi. Salah satu distributor resmi smart lock door kredibel di Indonesia adalah Roda Bangun Mandiri.
Sebagai distributor resmi hardware pintu dan smart lock door, Roda Bangun Mandiri menghadirkan produk terkemuka seperti merek Yale, bagian dari merek terkemuka ASSA ABLOY yang menghadirkan solusi dan inovasi keamanan pintu global. Kami menyediakan solusi smart lock door merek Orbita yang dikhususkan untuk perhotelan.
Dengan produk asli, dukungan firmware resmi, garansi, konsultasi, serta pelayanan terbaik dari Roda Bangun Mandiri, Anda dapat meminimalisir risiko keamanan dan kerusakan smart lock door.
Solusi Mencari Smart Lock Door yang Tepat di Roda Bangun Mandiri
Smart lock door memang memiliki risiko keamanan siber berupa hacking. Namun, risiko tersebut tidak otomatis lebih besar dibandingkan keamanan kunci konvensional yang juga rentan dengan pembobolan.
Faktor terpenting yang harus dimiliki kunci adalah kualitas perangkat, keaslian produk, pembaruan keamanan yang rutin, serta kebiasaan pengguna menjaga keamanan sistemnya.
Jika Anda masih ragu mengganti sistem keamanan pintu konvensional atau ingin menggali informasi lebih lanjut mengenai smart lock door, kunjungi situs resmi Roda Bangun Mandiri untuk mendapatkan rekomendasi smart lock door yang aman dan resmi.
FAQ
1. Apakah smart lock door benar-benar bisa di-hack?
Ya. Smart lock memiliki kerentanan keamanan dari serangan siber. Namun, risikonya bergantung pada kualitas produk dan praktik keamanan yang diterapkan pengguna.
2. Apakah smart lock lebih berisiko dibanding kunci konvensional?
Tidak. Kunci konvensional juga rentan terhadap lock bumping, lock picking, dan berbagai metode pembobolan fisik lainnya.
3. Apa metode hacking smart lock yang paling umum?
Metode yang paling umum meliputi serangan Bluetooth Sniffing, jaringan Wi-Fi, password lemah, replay attack, dan firmware yang tidak diperbarui.
4. Bagaimana cara membuat smart lock lebih aman?\
Gunakan password kuat, aktifkan 2FA, rutin memperbarui firmware, serta pastikan jaringan Wi-Fi rumah terlindungi dengan baik. Apabila Anda berminat melakukan pembaruan smart lock door dengan keamanan terjamin, Anda bisa mendapatkannya di Roda Bangun Mandiri.
5. Apa penyebab paling umum smart lock diretas?
Penyebab yang sering ditemukan adalah faktor dari penggunanya sendiri, seperti password lemah, firmware yang tidak diperbarui, atau jaringan rumah yang tidak aman.
Referensi:
- Caballero-Gil, C., Álvarez, R., Hernández-Goya, C. et al. Research on smart-locks cybersecurity and vulnerabilities. Wireless Netw 30, 5905–5917 (2024). Diakses melalui: https://link.springer.com/article/10.1007/s11276-023-03376-8?
- Aqeel, M., Ali, F., Iqbal, M. W., Rana, T. A., Arif, M., & Auwul, M. R. (2022). A review of security and privacy concerns in the Internet of Things (IoT). Journal of Sensors, 2022, Article 5724168. https://doi.org/10.1155/2022/5724168. Diakses melalui: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1155/2022/5724168
- Agustina, D., Aulia, M. R., & Afriandi, N. (2025). Pengenalan ancaman dan pencegahan serangan siber melalui edukasi keamanan jaringan Wi-Fi dan internet. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(12), 643–649. https://doi.org/10.59435/menulis.v1i12.835 Diakses melalui: https://padangjurnal.web.id/index.php/menulis/article/download/835/806/1055
- Cepro. (2024, September 20). Where most home break-ins occur. Diakses melalui: https://www.cepro.com/news/where-most-home-break-ins-occur/126915/
- CyberHub Indonesia. (2024, November 1). Ancaman replay attack. Diakses melalui: https://cyberhub.id/pengetahuan-dasar/ancaman-replay-attack
- Deep Sentinel. (n.d.). Home burglary statistics. Diakses melalui: https://www.deepsentinel.com/blogs/home-security/home-burglary-statistics/
- Stay Prepared. (10 Juni 2026). 5 Steps to Lock Down Your Smart Home Devices Against Intruders. https://stayprepared.sg/5-steps-to-lock-down-your-smart-home-devices-against-intruders/
- OWASP Foundation. (n.d.). OWASP API Security Project. Diakses melalui: https://owasp.org/www-project-api-security/